Priviet!
Yak seperti yang sudah saya janjikan, saya akan menceritakan tentang roommate saya. They are 2 Brazilian girls. One of them, has a very chinese face dan saya sempet sotoy bertanya "u must be from China" and she's not.
Ketika saya datang malam itu, ada 5 orang dalam ruangan tersebut. 2 cewek brazil tadi, 2 cowok rusia dan 1 cowok dari new zealand. Ketika saya datang, 2 cewek brazil tadi (their name is juliana(the chinese one) dan amanda) bangun dan berbaik-baik hati menunjukkan dimana saya akan tidur. si cowok new zealand sedang bersiap-siap rupanya dia akan pulang ke negaranya, diantar oleh buddy nya (his name is Max)
Malam itu si cowok New Zealand dan buddy nya pergi dari flat, jadi di dalam ruangan hanya bersisa 4 orang saja. Karena kelelahan, saya langsung tidur. Paginya setelah melakukan aktivitas seperti biasa, dan saya baru tahu kalau si russian guy juga melakukan ritual berdoa 3 kali sehari, tadinya saya kira dia Muslim, tapi setelah saya intip-intip ketika dia berdoa, rupanya dia berdoa dengan semacam lilin, 3 kali sehari selama 1 jam.
Hari itu saya pergi belanja ke supermarket dengan Amanda dan Juliana sambil melihat-lihat keadaan UFA. UFA jauh berbeda dengan Moscow, disini anginnya lebih kencang dan tidak begitu banyak salju seperti di Moscow, dan yang saya tahu, salju menyerap dingin, jadi ya, suhu di UFA jauh lebih dingin daripada Moscow. Selain itu, keadaan jalan di UFA hampir sama seperti di Bandung, banyak public transportation, jalannya besar dan tidak banyak orang yang berjalan kaki. Berbeda dengan Moscow, dimana sepertinya hampir semua orang berjalan kaki (selain naik metro) dan jalanan nya tidak terlalu lebar. Saya jarang menemukan mobil berlalu lalang di Moscow.
Rencana hari itu adalah ice skating dengan AIESECers lainnya. Kami berangkat dengan cowok Russia yang numpang bersama kami di flat, sebut saja dia Mawar dan ceweknya yang kumisan (serius!). Kami naik bus 1 kali dan berjalan kaki sampai skating ring. Hari itu sangat dingin. Beneran ya, dinginnya UFA gak main-main, i couldn't feel my nose and my fingers. At all. Kami akhirnya sampai di skating ring, dan Amanda mogok main karena udaranya terlalu dingin dan memutuskan untuk minum teh di kafe. Disana, sudah ada AIESECers lainnya yang menunggu, ada Gulnaz (VP ICX kalau ga salah), Vica, 1 orang cewek tinggi kurus dan cantik sekali bersama adiknya dan 1 cowok jerawatan yang nantinya sangat berjasa membantu saya yang jatoh-jatoh. Buddy saya, Sveta tidak bisa ikut karena sedang sakit. Oh ya, Untuk bermain dan sewa sepatu, kami harus membayar 100 rubles (sekitar 30 ribu), murah kan!
Anyway, Amanda memergoki saya sedang menulis blog ini dan memaksa untuk melanjutkan menulis, jadi paragraf ke bawah akan ditulis oleh Amanda dan didikte oleh saya:
So, because it is my first time in skating (well it’s not actually, back in elementary i played it, but now i forget how to, so i count it as a first time) I thought it was very dificult for me. I fell down several times, and me and Vica (one of the Russian Aiescers) took a break and went to see Amanda in the kafe. We drank teh and after that we went back to the skating ring. Then I noticed that there was so many people helping me out, for the skating skills. Gulnaz, Vica, and the guy whom I don`t know the name. And we took some pics and then we left. And after a while wearing skating shoes, when i changed it into my normal boots, it was like, heaveeeeeen .“Oh my God it’s so good to be back in normal shoes”
Me, Juliana and Amanda decided to go to “Family” mall to have dinner. It was just the three of us. Amanda and I decided to eat pizza, but we didn’t know how to order so we pointed the kind we wanted. When we went to pay the lady started to talk in Russian but we did’nt have any idea of she was saying. So we used our hands to talk to her telling her that we wanted her to write down the price. The pizza is different from Indonisian, and I like here better. “Amanda: that’s because she didn’t try Brazilian pizza yet!” After that we went home and wachted a move called Green Zone. The funny thing about the movie is that when Amanda bought it we ask a few people if there was any english, because in Russian every movie is dubbed in Russia. I was so tired and I couldnt watch the end of the movie as Amanda and Juliana.
| me, Juliana, Vica, Gulnaz |
No comments:
Post a Comment