Monday, March 28, 2011

Ting's Bye bye Party

Karena waktu saya di Rusia tinggal 2 hari lagi, maka saya pun memutuskan untuk udahan kerja nya dan menghasbiskan waktu dengan bersenang-senang dengan teman-teman. 2 hari sebelum kepulangan saya, Ting, sahabat saya dari Taiwan harus pulang. Kami pun merencanakan bye-bye party untuk dia terletak di Olympic Park yang mana adalah tempat bermain ski. Di sana ada restoran yang enak dan murah. Enak banget dan murah banget bagi saya. Disana kami mengutarakan kesan pesan kami terhadap Ting, mulai dari pertama ketemu, sampai hari itu apa aja pengalaman yang sudah kita lewati bersama, Cie, kedengarannya emang klise, tapi sedih juga satu persatu teman-teman saya pulang dan saya pun juga akan ikut menyusul..

the park

Restoran bentuk kastil

Ini buat mengangkut para pemain ski

Makan makan

Ting and Ivory
Souvenir for her.
Setelah menghabiskan makan malam, kami bergegas menuju arena ski. Sayang seribu sayang, untuk bermain ski, kami harus membayar 500 ruble yang mana adalah 150 ribu, sedangkan uang saya bener-bener sekarat, sehingga saya memutuskan hanya menonton. :(
tapi ikutan mejeng

Juan and his first time ski-ing

Leo : "aaaaaaaaaaaaaaa"
That night was very nice. But sad at the same time. Senang bisa berkenalan dengan Ting dan bertualang bersama di St.Peter dan Moscow!

Ayo jadi Villagers!

Sesuai judul, saya akan menceritakan pengalaman saya seharian di desa. Nama desa nya yaitu....saya lupa, pokoknya dekat distrik Dema, dan perjalanan kesana memakan waktu sekitar 1 setengah jam. Untungnya saya kesana dijemput oleh Mariana dan buddy nya yang bawa mobil. Ternyata tempat yang kita tuju adalah rumahnya buddy nya Mariana. Selama perjalanan kesana, kanan kiri saya hutan-hutan dan diselingi komplek-komplek perumahan khas Russia. Sekedar informasi, di bagian tengah kota hampir tidak dapat ditemukan rumah. Semua orang hidup di flat dan apartemen, baru di pinggir-pinggir perkotaan kita bisa menemukan rumah-rumah khas Russia dari kayu. Rumah-rumah mereka kebanyakan di cat berwarna-warni, tidak terlalu besar, halaman pun tidak begitu luas, tapi entah mengapa selama say adi Ufa, justru melihat komplek-komplek inilah yang paling saya senangi. Mungkin karena rumahnya unik, mungkin juga karena berwarna-warni dan dengan hiasan salju putih di sekelilingnya, menurut saya cantik sekali.

Akhirnya kami sampai di komplek perumahan buddy nya Mariana. Wah, rumah-rumah disini agak sedikit berbeda dengan yang saya biasa lihat. Yang saya biasa temukan tidak begitu besar, tapi di komplek ini rumahnya lumayan mewah-mewah. Hanya saja, semuanya tetap dari kayu, belum pernah saya temukan yang bagian luarnya tembok :p

Suasana~


Brazilian-Russian house! haha

Sesampainya saya disana, teman-teman yang lain sudah menunggu di meja makan. Setelah berkenalan dengan sang empunya rumah, saya pun ikut menunggu makan siang. Pertama kami dihidangkan blini, sejenis pancake tapi tipis, hampir seperti crepe tapi bertekstur seperti pancake. Blini ini kegemaran saya haha. Setelah itu Borch matang. Borch ini sup daging ala Rusia, warnanya kemerahan, isinya daging dan sayuran dan diberi sedikit smetana (keju? biang keju? pokoknya begitu lah). Setelah kenyang, sang empunya rumah masih menghidangkan yang lain, kali ini salad. Bagaimana rasa salad Rusia? enak sekali, enak sekali, enak sekali. Setelah itu kami disuguhi wine panas. Rasanya seperti air tape panas. Ketika kami sudah cukup kekenyangan dan mulai merasa malas, mereka menyuruh kami keluar. Kami bertanya-tanya ada apa, ternyata di samping rumah mereka, ada semacam bale tempat barbeque-an. Dan ya, kami pun menambah asupan makanan di perut kami dengan barbeque ayam. Mak nyaaak~~~

Borch

Itu teko teh

Ini ayam :p
Setelah makan, kami diajak mengunjungi bagian belakang rumah mereka. Rupanya disana ada kandang kelinci! Kelincinya banyak dan gendut-gendut banget, uh gemes!

Depan kandang. Mbak buddy, Leo, Coco, Daniya

salah satu kelinci gendut!
Petualangan menjadi anak desa tidak berakhir sampai disini. Kami diajak berjalan jauh untuk naik kuda. Naik kuda dingin-dingin begini? Iya!
Perjalanan menuju perternakan kuda lumayan jauh. Kira-kira seperti dari Tubagus ke Balubur. Ya segitu jadi tidak begitu terasa, sudah biasaa~~ Selama perjalanan, kanan kiri kami hutan Birch. Kata bapak ku, itu kayu asli Rusia dan sebagai bahan untuk membuat vodka. Perjalanan terasa lebih lama karena kami sambil bercanda-canda (duileh) lari-larian, timpuk-timpukan salju, dorong-dorongan dan narsis-narsisan tentunya. hihihi
Me and Ting

with Daniya

My "angel"

:)

Akhirnya kami sampai di peternakan kuda. Ternyata kudanya gak bisa dinaikin,kalau mau naik seluncur kuda, seperti kereta nya santa tapi yang narik kuda. Biaya untuk sekali muter-muter kalau gak salah 60 rubles, itu sekitar 18 ribu. Ya, gapapalah, pengalaman.

Kuda ganteng

yang dikeluarin yang putih

Kyaa~~
Setelah muter-muter perternakan, dan minum air zam-zam nya Ufa disana, kita kembali pulang, Perjalanan pulang sangat melelahkan, karena tiba-tiba temen-temen kesetanan nagajak lomba lari. Hahaha. Sesampai di rumah sudah ada Blini lagi (maak~) dan kumis! Apa itu kumis? Salad rambut? Jus rambut? haha kumis adalah susu kuda. Ya, saya pun ikut mencoba si susu kuda ini yang kalau di Indonesia biasa jadi obat kuat. Rasanya? Rasanya asem beralkohol, seperti yogurt plain encer ditambah soda. Gak begitu suka sih, tapi yaudahlahya~
Selain itu kami ditawari sang empunya rumah untuk mencoba Banya. Banya adalah sauna khas Rusia. Saya ingin mencoba tapi lagi "berhalangan" -__-
KUMIS

ini dia si jali-jali

Setelah capek, kenyang dan hari pun sudah gelap, kami pun memutuskan untuk pulang. Lagi-lagi saya beruntung diantar pulang dengan mobil. Sedangkan teman-teman yang lain harus pulang naik bus yang katanya kalau sudah malem jarang sekali, dan berarti mereka harus menunggu di tengah kegelapan malam dan dinginnya malam..

Terimakasih buddy nya Mariana, maaf saya lupa namamu. Terima kasih juga buat bapak ibu sang empunya rumah dan kucingnya yang gendut dan kelinci-kelinci nya yang juga gendut atas kebaikan nya dan hidangan nya yang enak-enak!
:)
Sudah hampir 2 bulan saya kembali ke Indonesia, akhirnya blog yang terbengkalai ini dibuka kembali. Gak papa ya...

Kali ini saya akan memperkenalkan beberapa dari murid saya di sana. Seperti yang sudah saya ceritakan, saya mengajar berpindah-pindah tempat. Nah, murid-murid yang mau saya perkenalkan ini berasal dari art club yang letaknya gak jauh dari flat saya. Mereka rata-rata remaja berusia 14 tahunan tapi badan nya bongsor-bongsor dan mukanya gak jauh beda umurnya  sama saya (ngarang) hihi. Ada juga ibu guru yang senang banget sama batik, sampai saya dipanggil ke club mereka lagi dan dipaksa untuk ngajarin batik. Sayangnya saya gak bawa alat-alat dan bahan untuk membatik, jadi presentasi aja seadanya dan  tanya jawab sampai tuntas. :)

ki-ka Bu Guru, Margarita, Nicole, Janna


Karena doi suka banget, jadi nih buat ibu aja


Selain murid-murid yang remaja, ada juga bocah-bocah yang minta dicubitin satu persatu. Mereka masih berumur sekitar 3-4 tahun, dan yang pasti gak bisa bahasa Inggris sehingga komunikasi dengan mereka sebatas tibya-tibya an dan bahasa Tarzan. Tapi walaupun masih pada kecil, gambar mereka bagus loh!

Gambar apa ya..

Mikir

Add caption
Treat setelah ngajar