Saturday, February 19, 2011

Ciao Sisters! :'(

Sepulang dari Global Village, saya makan dulu di Mc.Donald lalu bergegas ke flat karena ini adalah malam terakhir saya bersama para cewek Brazil yang akan pulang besok (Sabtu).
Ketika saya sampai flat, mereka sudah selesai beres-beres. Mereka semua ada di dapur, bersama dengan Taisiya juga. Lalu kami semua ngobrol-ngobrol dan ketawa-ketawa seperti biasa. Setelah itu kami mulai tuker-tukeran souvenirs dan mereka menulis pesan-kesan untuk saya.
Jujur saja, dari semua interns yang ada saya paling sayang sama mereka. Banyak hal lucu, manis bahkan menyebalkan yang terjadi di flat lama hingga flat baru kami yang kami jalani bersama-sama (cie). Mereka sangat baik, masih saya ingat waktu saya sakit, mereka selalu masuk kamar saya, entah itu Ba, Gabi atau Ma, atau Amanda sekedar menanyakan kabar saya, memeriksa saya dengan termometer dan menyuruh saya istirahat. Lalu kalau saya sedang tidur dan waktu makan tiba, mereka selalu membangunkan saya untuk makan makanan yang sudah mereka masak, mereka membelikan saya obat tanpa saya minta, kalau saya sedang sedih mereka pasti ajak ngobrol dan tak jarang memeluk saya. Saya benar-benar merasa punya teman perempuan. Memang mungkin terdengar lebay dan melankolis, tapi saya sangat bersyukur diberi kesempatan 1 bulan hidup dengan mereka.
Saya juga bersyukur sahabat saya semua berasal dari Brazil, sedangkan dari semua cerita interns Bandung yang saya dengar, mereka semua ada masalah dengan orang Brazil. Tapi di kasus saya, kami semua saling menghargai dan menyayangi. Mereka bilang ke saya "Now, Brazil is your home too. Come someday, book your ticket and dont mind about the place to stay"

I miss you Girls :')

BA

GABI

MA

SILLY THINGS WE DO

:D

Global Village!!

Tanggal 5 Februari saya diwajibkan untuk mengikuti suatu event. Event tersebut berupa sebuah kompetisi dari beberapa SMP, semacam cerdas cermat tapi yang ngasih pertanyaan kami-kami para intern. Setiap negara disediakan satu buah booth dan kita harus menghias booth tersebut sesuai dengan negara kita.
Kalau tidak salah ada sekitar 7 sekolah yang ikut serta dalam event ini. Satu sekolah mengirimkan 7-10 anak sebagai delegasi mereka. Saya menjaga booth bersama May. Hari itu, saya memutuskan untuk memakai kebaya :)
Ada 2 tahap penilaian dalam kompetisi ini. Tahap pertama yaitu kuis tentang negara per masing-masing booth. Para intern diwajibkan untuk membuat 10 buah pertanyaan tentang negaranya masing-masing dan para siswa akan menjawab semampu mereka. Tahap kedua, kami diwajibkan mempertunjukkan sebuah aktivitas khas dari negara masing-masing dan para siswa harus mengikuti seperti yang kami instruksikan.
Saya sangat kaget, karena pada awalnya saya kira mereka akan sulit menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya berikan. Karena biasanya murid-murid saya selama ini tidak tahu menahu tentang Indonesia. Tapi sepertinya, para murid dari berbagai sekolah ini sudah mempersiapkan dan belajar di rumah :)
Mereka semua kira-kira berusia 14 sampai 15 tahun, semuanya manis-manis dan menyenangkan, dan semuanya bisa Bahasa Inggris.
Sambil menunggu pengumuman pemenang, semua AIESECER dan interns dan murid-murid membentuk lingkarang besar dan kami mulai menari role dance ala AIESEC, saya juga ikut menari, seru sih, joget-joget pake kebaya :)
Hari yang menyenangkan dan lumayan melelahkan. Saya sangat senang karena anak-anak tersebut sangat tertarik dengan kebudayaan Indonesia, setelah acara selesai mereka balik lagi ke booth kami dan banyak bertanya, foto, dan bahkan ada beberapa anak yang mendatangi saya dan bilang "Rara, you are my favorite" Hihihihi

Gobak Sodor

Anak yang kayak cina itu pinter banget!


ALL OF US

they love Indonesia :)
with the twin
Halo lagi semua. Maaf baru bisa update sekarang bahkan setelah saya sudah berada di Indonesia. Karena banyaknya kegiatan menjelang pulang dan gak pernah sempat untuk update blog lagi maka terbengkalailah blog ini..Tapi tekad saya sudah bulat, blog ini harus dituntaskan :)

Tanggal 2 Februari 2011, tepatnya hari Selasa pagi, saya dan teman-teman sampai kembali di Ufa, selamat walafiat. Pagi itu sungguh dingin, dan yang pasti melelahkan, badan saya sakit dan kepala terasa sangat berat karena tidak cukup tidur. Ketika kami sampai bandara, taksi yang dipesan oleh Dina (buddy nya Juan) belum juga datang, maka kami menunggu sekitar setengah jam sampai taksi bobrok itu datang. Hm.. sepanjang perjalanan saya tak kuasa (cie) menahan ngantuk dan bangun-bangun, kami sudah sampai Mc.Donald Downtown (Gastini Dvore). Disitu sudah menunggu para buddy yang terpaksa harus menjemput kami sepagi itu, mereka benar-benar baik sekali. Tapi jangan harap buddy saya ikut menjemput saya, yang ada di situ hanya buddies dari temen-teman saya, tentunya dari Mc.Donald itu saya harus pulang sendirian hahaha nasib ....

Sampai flat saya langsung tertidur, ambruk. Tapi 2 jam kemudian, cewek-cewek Brazil membangunkan saya sambil ketawa-ketiwi. Mereka menyuruh saya untuk sarapan bareng, katanya mereka kangen banget dan saya harus sarapan bareng mereka. Yaudah deh nurut :p
Oiya, karena saya masih sangat capek, Sveta memperbolehkan saya untuk bolos ngajar lagi sehari. Akhirnya sepanjang siang saya tidurrrrrr...

Sore harinya saya dan Brazilian Girls bertukar cerita tentang masing-masing trip kami. Mereka memperlihatkan saya foto-foto selama di Istanbul. Bagus sekali :)
Setelah itu, kami mendapat telepon bahwa kami harus datang ke Chinese New Year Party. Ya, ada perayaan Imlek yang khusus diadakan untuk para interns dari China dan Taiwan, karena jumlah mereka cukup banyak.
Perayaan Imlek nya diadakan di sebuah teenager club. Ketika kami sampai disana, sudah banyak sekali orang dan mereka sedang melakukan permainan yang nampaknya seperti ular tangga. Saya dan teman-teman segera bergabung. Selama perayaan berlangsung kami nyanyi-nyanyi, main games, dan saling tunjuk menunjuk untuk menari di depan. Tentu saja saya dan Amanda kabur :p
Watching Mari and Milk

Adele :)

The Interns :)
Setelah minum-minum teh dan ngemil-ngemil, kami semua pulang dan mengakhiri hari itu dengan senang dan riang :)

Keesokan hari nya, saya janji pada Hans untuk datang ke KFC dan bertemu para mahasiswa lainnya disana, karena Hans itu Chinese, dia menraktir kita semua dalam rangka Imlek an, Yippie, siapa juga yang menolak kalau dengar kata traktiran. Tapi sebelum acara makan-makan tersebut saya ada presentasi dulu. Hihi.. Kali ini saya presentasi di sebuah daerah yang jauh sekali dari pusat kota, namanya Dema District. Tempat mengajar saya kali ini adalah sebuah Museum Perjuangan Baskortoshtan. Jadi nanti anak-anak nya yang akan datang ke Museum itu, dan berhubung saat saya sampai anak-anaknya belum datang, jadi saya punya banyak waktu untuk mempersiapkan bahan presentasi dan sebagainya. Kali ini saya juga dipersenjatai Majalah Aeroflot (nyolong dari pesawat) yang kebetulan ada artikel 8 halaman tentang Bali dalam bahasa Rusia. :)
Ketika anak-anaknya datang, saya jadi gugup karena mereka bukan remaja belasan tahun yang seperti biasa saya temui, kira-kira mungkin umur mereka 18 atau 19 tahun. Mereka belajar tentang kereta di semacam STM kereta. Banyak juga guru yang hadir dan saya pun makin gugup....
Ternyata, presentasi berjalan dengan lancar, mereka semua memperhatikan. Ketika presentasi selesai, mereka bertanya banyak hal. Banyak sekali. Mulai dari ekonomi, politik sampai masalah pernikahan di Indonesia. Bah.
Setelah sesi tanya jawab, sekarang giliran mereka mempresentasikan tentang sekolah mereka kepada saya, kemudian mereka juga mempersembahkan puisi dan nyanyian khas Baskortoshtan lengkap dengan pakaian tradisional mereka. Lalu salah seorang guru memberikan topi masinis kepada saya. Setelah itu seperti biasa "celebrity time" dimulai. Jadi setiap saya pertama kali datang ke suatu sekolah atau tempat, pasti akhir kelas semua anak ngerubungin minta skype facebook foto-foto dan sebagainya. Berasa artis banget deh :P Lalu guru-guru memanggil ke sebuah meja panjang berisi banyak teh dan makanan dan kami pun minum teh susu dan makan cake serta cemilan-cemilah enak sambil ngobrol-ngobrol. Hihi senang sekali :)
Mbak dan mas STM


Presentasi tentang sekolah mereka

Baca puisi

Baju tradisional lainnya
Makanan dan minuman pun ludes, dan para murid serta guru pulang. Saya pun sebetulnya harus cepat-cepat pergi ke acara Hans, tapi rupanya nenek-nenek penjaga museum mengajak saya dan Sveta untuk tour Museum. Ibu ini menerangkan SEMUA objek di museum. Yang kasihan Sveta karena harus menerjemahkan apapun yang si ibu tersebut katakan. Akhirnya setelah muter-muter dan dengerin semua-semua nya, kami berdua pun naik bus menuju Gastini Dvore. :)
gaya dulu

Bla..bla..bla..

Ibu tersebut

Salah satu diorama
ah ibu manis sekali
Sesampai di KFC, ada banyak orang disitu, Rahmi, Hans, Moses, dan 3 mahasiswa lainnya yang baru saya kenal, juga May Intern dari Jakarta. Semua nya ditraktir Hans dan Suryadi dan saya makan dengan lahap. Soalnya, cuma KFC satu-satunya makanan paling spicy yang saya temui di Rusia. hahaha
dadah, makan dulu yaa~

Thursday, February 10, 2011

BYE SAINT PETERSBURG! HELLO AGAIN MOSCOW!

Huhuhu akhirnya pagi-pagi kami harus meninggalkan Hostel dan juga meninggalkan Saint Petersburg. Sedih sekali sedih.. Pengen bisa balik lagi ke Saint Petersburg, tapi pengennya summer, karena katanya jauh jauh jauh lebih indah lagi. Semoga kapan-kapan bisa terlaksana ..entah kapan..hehe :)

Penerbangan ke Moscow menggunakan Aeroflot, tepat waktu dan kami pun selamat sampai tujuan. Masalahnya sekarang adalah kami harus menunggu penerbangan kami ke Ufa 12 jam berikutnya, wah gimana nih, bisa mati bosan. Lalu Juan ngasih saran agar kita keluar airport dan jalan-jalan mengunjungi kremlin. Kebetulan mereka bertiga belum pernah ke Kremlin, saya sih, sudah :p hehe sombong..
Kemudian kami diskusi "yakin nih?kita gak ada yang bisa bahasa Rusia fasih loh", "Orang Moscow gak kaya orang-orang Saint Peter, mereka ga bisa bahasa Inggris" "Jalur Metro nya complicated loh" tapi ya kita akhirnya tetap nekat untuk keluar airport, toh kita-kita juga gak bego, gampanglah, kalau ada apa-apa, saya juga banyak teman di Moscow :)

Jadi kami pergi ke pusat informasi bandara dan mencari petugas yang bisa Bahasa Inggris untuk diajak diskusi. Ketemu! ada seorang bapak-bapak, lalu kami menjelaskan duduk keadaannya bahwa kami ingin ke Kremlin, dia (dengan Bahasa Inggris patah-patah dan pulpen) memberikan peta Metro kepada kami dan mulai menggambar jalur yang harus kami tempuh. Hm..gampang,tinggal naik bus ke stasiun Metro terdekat, lalu habis itu naik Metro jalur hijau sampai stasiun tertentu (lupa namanya) lalu baliknya tinggal naik jalur hijau lagi, turun dan pindah jalur pink lalu stasiun terakhir cari bus menuju airport. Beres lah..pikir kami

Benar saja, dengan mudahnya kami sampai di stasiun Metro yang diberitahu Bapak itu, tapi dari stasiun itu bagaimana menuju Kremlin, kami harus tanya-tanya lagi pada orang-orang sekitar. Cukup dengan menyebut "Kremlin" atau "RedSquare" mereka tahu maksud kami. Tapi, kami sungguh gak ngerti dengan cara mereka ngasihtau jalan, tetap pake Bahasa mereka.
Akhirnya kami iseng nanya ke 2 remaja yang terlihat riang gembira berjalan berdua pada siang itu, mereka mengerti maksud kami dan mereka mencoba menunjukkan arah dengan Bahasa Inggris lalu akhirnya bilang "We will go to Kremlin also". Habis mengucapkan kalimat yang tidak terlalu panjang tersebut, mereka loncat-loncat sambil tertawa-tawa "I know English, I know English" seru mereka kegirangan -__-. Akhirnya setelah mengikuti mereka kami sampai juga di Kremlin HA HA HA (kegirangan karena berhasil pergi-pergi sendiri)
peta metro
ketemu lagi kita, gerbang Kremlin!

Tapi seperti biasa, Andrew yang kerjanya kalau gak makan, tidur (tapi badannya tetep begeng, cacingan cacing Taiwan kali ya) mengeluh lapar dan mengajak cari makan dulu dan foto-fotonya nanti aja katanya. Oke lalu kita berjalan jauuuuuuh sekali untuk mencari kafe atau restoran murah, karena Kremlin itu pusat pemerintahan, sehingga restoran-restoran di sekitarnya kayaknya mahal-mahal. Setelah berjalan super jauh kami menemukan kafe blini (pancake) kegemaran kita selama di St. Pete yaitu Teremok. Kami makan dengan menu seperti biasa, tapi entah kenapa harga di Moscow jauh lebih mahal -___-
Setelah kenyang, kami jalan lagi. Terlihat di kejauhan ada bangunan yang seperti istana berwarna biru muda, kami ingin kesana, akhirnya alih-alih kembali ke Kremlin kami berjalan kaki ke sana. Ternyata jauh sekali dan kami menemui jalan buntu sehingga kami harus balik lagi, dan jalan lebih jauh lagi sebelum akhirnya kali mencapai Kremlin kembali :)
moscow


great view, huh?


Saint Basil

Inside GUM

Still, inside GUM
Setelah itu kami pulang mengikuti jalur yang diberikan bapak-bapak airport.
Ada kejadian heboh selama kami menunggu boarding, ada bapak-bapak mabok berusaha goda-goda saya plus berujung pada kata "sex". Untungnya teman kami, our savior Ting langsung menyingsingkan lengan baju, manggil polisi~ hahaha tapi kejadian itu sumpah bikin saya takut banget tapi kalau diingat-ingat sekarangterutama gerakan heroik yang dilakukan Ting, bikin ngakak-ngakak :)

Goodbye Moscow!

Monday, February 7, 2011

Last day in Saint Petersburg

Yak, tanggal 31 Januari 2011 akan menjadi hari terkahir saya dan teman-teman untuk berjalan-jalan di St.Petersburg karena besok pagi-pagi nya kami harus ke airport karena penerbangan kami ke Moscow jam 6.30.
Jadi hari itu kami memutuskan untuk keliling-keliling Saint Petersburg untuk mencari souvenir dan sekalian cuci-cuci mata melihat-lihat keindahan kota itu.Rasanya waktu 3 hari sangat-sangat gak cukup, karena masih ada banyak puluhan tempat yang belum kami kunjungi, bahkan kami tidak mengunjungi Petergof sama sekali, karena ada beberapa tempat yang tutup saat winter.
Hari itu yang menemani kami Rayhan dan Shella, karena Olaf ada part time job, yang untuk sebuah part time job doi sudah digaji 6 juta -___-. Kami memutuskan untuk pergi ke souvenir market yang terletak di belakang Gereja Spilled Blood. Wuih, rame loh disana, penjualnya semua bisa bahasa Inggris bahkan ada yang ketika tahu saya dan teman-teman adalah orang Indonesia, dia mengucapkan "selamat siang" dan "terimakasih" dengan fasih! Katanya sih karena banyak orang Indonesia termasuk pejabat-pejabat yang sering ke sana dan borong souvenir.
ketemu lagi kita!

pasar

minta dibeli semua

Rupanya teman saya si Juan dan para Taiwan (maklum Asia) cuman mau lihat-lihat harga dulu di sana, mereka mau banding-bandingin harga ke beberapa tempat souvenir -__- alamat capek ini mah muter-muter tapi yaudah lah. Kami mengunjungi sekitar 4 tempat souvenir yaitu sebuah toko, tempat Souvenir depan Aurora dan Gostini Dvor dan akhirnya malam harinya kembali lagi ke pasar spilled blood yang tinggal beberapa kios saja yang buka, tapi mereka sudah lumayan banyak beli souvenir, sedangkan saya beluum.. karena ternyata setelah muter-muter harga paling cocok dan murah (bisa ditawar soalnya) ada di pasar spilled blood.  Jadi saya balik lagi ke sana dan beli ini-itu dan akhirnya kami pulang karena besok pagi harus beres-beres kamar dan packing.
Oiya, kata bapak-bapak yang jadi penjual, pas saya mau pergi, katanya saya akan jadi istri yang cantik dan baik (ceileh sotau lu pak! hihihih)

huuuu ga mau balik ke ufaaa

Saturday, February 5, 2011

Haloha! Sesuai janji saya akan update tentang perjalanan saya dan teman-teman ke Saint Petersburg.
Hari ketiga saya di Saint Petersburg masih ditemani Olaf. Kali ini kami akan mengujungi Peter and Paul Fortress. Di sana ada semacam benteng dan di dalamnya ada museum-museum serta gereja-gereja. Hari itu saya ingat banget cuman plus 1 degree, berarti saya bisa pake rok dan tights! yihaa! memang cuaca nya lumayan hangat tapiiiiii lagi-lagi anginnya itu loh, walaupun plus 1 rasanya jadi kaya minus 8 gara gara angin kenceng tenan. plus 1 juga membuat salju-salju mencair sehingga becek dimana-mana dan boots saya kotor luar biasa, bahkan bocor.  Tapi yasudahlah, yang penting jalan-jalan duluuuu~ Di perjalanan ke Peter and Paul Fortress, kami nyobain jalan di atas sungai, ada yang mancing juga, lalu ada seniman jalanan yang jual lukisannya dan dia baru aja bikin muka dari salju, bagus~
diatas sungai nih

mancing

nice


Rupanya untuk masuk museum-museum, harus bayar. Akhirnya kami memutuskan masuk ke salah satu gereja di dalamnya ada makam Romanov. Tau kan Romanov Family Murder? Yang awal-awal film Anastasia mereka meninggal semua, terus ada si Rasputin pake magic-magic. Di Film itu sebenarnya menceritakan tentang revolusi Rusia tepatnya yng terjadi pada masa kekuasaan Romanov. Dinasti Romanov adalah dinasti terakhir di Rusia dan menguasai Rusia selama 5 generasi (CMIIW). Kejatuhan dinasti ini diawali dengan terbunuhnya Rasputin (si penyihir itu kalo di film Anastasia) dan konon katanya Rasputin ini dibunuh oleh salah satu anggota keluarga Romanov. Rasputin oleh orang-orang Rusia saat itu diduga sebagai Starets, semacam tetua dari Biara Ortodox Rusia yang dipercaya bisa menyembuhkan segala macam penyakit.
Percobaan pembunuhan Rasputin yang pertama adalah dengan sianida dengan dosis yang dapat membunuh 10 orang, tapi dia tidak tewas. Kemudian dia ditembak dari belakang oleh salah seorang anggota dinasti (lupa namanya) namun tidak tewas juga, sampai akhirnya dia ditenggelamkan di Nevsky River yang dingin dan akhirnya tewas. Sebelum kematiannya, Rasputin meramalkan bahwa kekuasaan Romanov akan segera berakhir 1 tahun setelah kematiannya.
Benar saja, beberapa bulan setelahnya seluruh keluarga Romanov dibantai oleh Penguasa Bolshevik sehingga kejadian ini melatarbelakangi Revolusi Bolshevik di Rusia atau dikenal dengan Revolusi Oktober. Pembantaian ini dikenal dengan nama Yekaterinburg Massacre. Menurut gosip, dua anggota dinasti yaitu Putri Nikolai, Anastasia dan putranya Alexei luput dari pembantaian itu dan sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.

Nah, yang saya kunjungi kali ini adalah makan dari sebagian jasad keluarga Romanov yang ditemukan. Makamnya terletak di dalam gereja, dan lagi-lagi gereja nya indah sekali. Begitu saya memasuki ruangan, langsung tercium bau menyengat seperti wangi-wangian mayat, tapi gatau deh apaan. Di dalam Gereja itu juga ada semacam musem yang berisikan barang dan foto-foto serta serajah dan silsilah Tsar Romanov. Dan semua in English :) jadi lumayan buat pengetahuan..hehe. Maaf kalau informasi dari saya ini salah mungkin ada teman-teman yang bisa nambahin atau koreksi :)
Altar super megah

what a ceiling

makam-makamnya
Foto Keluarga Nikolai
Setelah itu kami jalan kaki dan ketemu patung patung, lalu menyusuri Nevsky River untuk mengunjungi Aurora Cruiser. MasyaAllah, badai bok, angin nya super kenceng :( Aurora Cruiser berupa kapal gitu dan di dalemnya ada museum isinya tentang kapal-kapalan sama perjalanan-perjalanan jaman dulu. Ya mayan lah, bagus kok.
Aurora Cruiser
Titanic-titanic an dulu

sama ngkoh Olaf

Ohya gak lupa kami juga mengunjungi mesjid, tapi yang boleh masuk yang mau ibadah aja alias yang non muslim ga boleh masuk, jadi yang bisa masuk cuma saya dan Shella (EP di Saint Petersburg). Di sekitaran Mesjid banyak toko-toko yang menjual daging dan makanan-makanan halal.
Mesjid Biru, ini dibangun atas prakarsa Soekarno loh
Daging-daging
Yak segitu aja deh cerita di hari ketiga, sebenernya masih banyak foto-foto lagi sih di statue-statue dan bangunan-bangunan bagus tapi internetnya menyiksa lambat banget :( huhuhu
Ciao!