Sunday, January 16, 2011

Halo lagi semua 
Maaf sekali saya baru bisa update blog ini sekarang, karena sibuk dan sebagainya (bohong). Oleh karena itu saya akan merangkum semua kegiatan yang ada ya  

Welcoming Party dan Jalan-jalan
Welcoming party untuk saya diadakan di rumah salah satu AIESECer,  namanya Alex. Rumahnya rumah kayu khas Rusia, gak besar tapi sangat menyenangkan sekali. Satu komplek rumah kayu berwarna-warni dan menurut saya bagus sekali untuk dilihat dan foto-foto. Di sana kami masak, makan, minum, ngobrol-ngobrol, dance dan games, pokoknya menyenangkan sekali J

Mariana with the brigadeiro



jalan-jalan kesana kemari



Bertemu roommates baru
Setelah kejadian kurang enak dengan para india, dan mereka akhirnya (alhamdulillah) pindah dari flat saya, penghuni flat saya yang asli pun datang. Mereka baru pulang dari liburan ke Saint Petersburg dan juga Moscow dan jumlah mereka gak tanggung-tanggung,  6 orang! Jadi bisa dibayangkan, ada 8 orang di dalam satu flat yang Cuma punya 1 kamar dan kami harus tidur di sofa, di matras dimana-mana. Selain itu keadaan kamar mandi juga bermasalah, pipa air toilet bocor, jadi kami harus matiin saluran airnya setiap habis ngegunain, dan kadang-kadang lupa :p jadi harus dipel tiap kelupaan. Saya pribadi ga masalah kalau harus tidur desak-desakan. Kita orang Indonesia, sudah biasa ya rasanya tidur tumpuk-tumpuk kaya ikan teri. Atau harus ngepel kamar mandi tiap hari, it’s okay for me. Tapi teman-teman se flat saya sungguh keberatan. Mereka mencoba complain mulai dari ke VP ICX, ke LCP, ke AIESEC LC mereka, ke MCP mereka bahkan sampai ke MCP Russia.
Oh ya, Mereka terdiri dari 4 orang cewek dan 2 orang cowok. Namanya, Barbara, Gabriela, Maraia, Renato dan Luan. Teman-teman saya ini baik-baik dan ramah. Mereka lucu dan suka ketawa-ketawa.  Terutama Luan dan Barbara mereka selalu berantem-berantem lucu gitu J
Dan mereka, terutama ceweknya selalu memperlakukan saya seperti anak kecil, entah kenapa kalau mereka ngbrl sama saya, selalu ada kata “ooooh..” dan muka kaya ngeliat anak kecil gitu, aneh -___ - hehe

      Ciao Ju
Juliana akhirnya harus pulang kembali ke Brazil. It was nice to know her J  Sebelum pulang, kita dateng ke sebuah Bar dan tempat main Bilyard gitu. Tapi si Juliana yang punya party nya malah cabut entah kemana sama Max (padahal dia udah punya cowok kan) hehehe


Training
Akhirnya liburan nasional mereka selesai juga. Dan akhirnya mereka mengadakan training untuk project kami. Disini saya kenalan dengan semua EP yang sudah tiba di Russia, dan they are nice. Sebagian besar sudah saya kenal lumayan dekat, dan beberapa cewek dari cina baru saya kenal belakangan.

Pindah Flat
Akhirnyaaa! Setelah teman-teman saya bolak balik protes kemana-mana (saya sih santai aja :p) akhirnya kami pindah ke flat baru. Flat baru ini jauuuuuh lebih bagus, gede, kamarnya banyak, dapurnya gede, kamar mandinya bersih, bahkan di depan gedung kami ada skating dan sliding park. Dan satu lagi! Flat baru ini punya elevator..jadi ga harus capek-capek naik tangga J



Main ke asrama Rahmi
Karena Rahmi, Hans dan Moses semua sudah ada di Ufa kami berencana untuk main bertiga. Pertama-tama saya sendiri datang ke asrama Rahmi. Kaget banget pas masuk ke dalam kamarnya, tiba-tiba di atas kasur ada 2 orang afrika pelukan ga pake atasan. Cewe-cowo hahaha kaget.. ternyata itu roommate nya Rahmi dan pacarnya yang kadang suka nginep. Tapi pacarnya baik banget, saya ditraktir dan karena dia bisa bahasa Inggris saya diajak ngobrol banyak oleh dia. Selain itu Rahmi juga masakin nasi dan seafood pasta yang super enak... enak banget i love mami Rahmi... Setelah makan dan upload foto-foto ke facebook, kami berangkat untuk ketemu Hans dan Moses di Dowtown. Kami mengunjungi Ice Park gitu, isinya ice sculpture dan mainan-mainan anak-anak kaya di pasar malam. We had so much fun J




Ciao Don Luan, the Brocador!
Setelah Juliana,  Luan juga harus pulang, tapi bukan ke Brazil, karena walaupun Luan orang Brazil, tapi dia kuliah di Spain. Malam sebelum kepulangan Luan, kami makan-makan dan ngobrol-ngobrol di restoran. Banyak kejadian lucu-lucu dan menyenangkan. Terutama karena Luan termasuk bego-bego nyeleneh dan banyak becandain saya. Yang paling saya sayangkan dari kepulangan Luan adalah dia belum memulai projectnya sama sekali. Parah kan?? Emang rada-rada ih LC. UFA. Sebelum Luan pergi, saya memberikan souvenir yaitu wayang golek, dia senang sekali. Luan dan Renato janji mau ke Indonesia Cuma untuk kemudian balik lagi ke Brazil dan pamer bills ke temn-temen mereka. Jadi karena value uang kita kan ribuan sampai ratus ribuan sampai jutaan gitu jadi mereka seneng banget pas tau, katanya “wah gue milyader dong di Indonesia. karena kan kalau di negara mereka cuma puluhan atau satuan uangnya. (gitu ngerti gak).... haha susah jelasinya.




Yak sekian dulu deh rangkuman selama di UFA nya, nanti pasti saya update lagi! J Besok hari pertama saya ngajar, doakan yaaaaaaa.. Miss you all, especially youuuuuuuu

Thursday, January 6, 2011

SLIDING TIME!!!!!


It’s Amanda again!
It was Tuesday and aisecer told us that today was a sliding day!!!! =)
Unfortunately Amanda couldnt make it with us because she was still sick and wanted to go to the Hospital that day. So, me and Juliana waited for someone pick us up. While waiting, Amanda got call from some OCP that there will be 3 Indian Guys  living with us for a few days, because their host family just gave up on them. We were like, “are you kidding me? We don’t have enough space for everybody.”  So Amanda went to hospital with Olya ( a Russian girl that we didn’t know). Before that we just found out that the Russian guy (he has left) left a “present for us......used condom, under my couchhhhhhh. Iew
Sveta and Vica came and Sveta arrange the bedroom for the guys. After that the boys arrived and me, Juliana and Sveta went to the Soviet Park. I think the park was keren. It is like taman bermain and a lot of criancas played there. There was also Lennin Statue and ice sculptures and also delman. 
Me and my buddy, Sveta in front of Lennin Statue

Ice Sculpture

Pengen naik ini!!!



:D
We went to kafe first and met a lot of aiesecer and EPs. I saw two familiar faces, not because I have met them before but because they have a Indonesian faces. And I was right because soon I heard they talking in Indonesian. So I was like “Lo orang Indonesiaaa? Yaampun!” and we hugged. They are from another city, they are from UI, Jakarta. The names are Intan and Mei. I also met another Eps from Brazil, Amilcar, Caique, Mariana, they are very fun to be with and have a good time. Then we went to the slide ring and payed 75 rubles for 40 min. We got the slides tubes and then we went sliding together.

GET PREPARE


KYAAAA



I had such a good time that I rather slide than skating. It was so fun and seru. We made some noises when we were sliding and there was some old ladies that told us there we were the BEST.( “so fuck the rest”) after that we went to the kafe again and went home.  The Indian guys were here. I had some dinner and then Juliana went out with her buddy and we played some games. We played congklak, stop (pancasila), detective. It waqs the end of the day and we went to bed and rest because tomorrow will be SOCCER TIME!!!! =)*
BERASA DI KAMPUNG2 INDIA (lihat jemuran!)

play some games


On the next day we went to Mc Donald’s to use the Wi-fi.. Amanda was really sick on that day, she started to cry because she couldn’t breathe. I was worried but I didn’t know what to do. After we used the internet  we went home. Amanda got worse after going out that day. There was nothnig to do at home so we started calling everyone and asking if they were free do hang out, or maybe go out with us.In the same time Amanda was calling Sveta and Gulnaz saying that she was sick and asking if there was any doctor she could go to. But wasn’t any. So Amanda called the health inssurance and they told her to wait while they searched for a hospital. Sveta showed up with her family. She was sick too. Her mother helped Amada with some medicine while her father was trying to fix the toilet. Her mom seems like Professor Umbridge from Harry Potter movie. But she is nice and Umbrigde is not. As soon as they left the flat the health insurance called and told Amanda the adrress. Then Amanda called Sveta and ask if there was someone that could pick her up and take her to the hospital or just go to the hospital with her. So Max came to the flat to go out with us but he didn’t like the idea about going to the hospital with Amanda.  Juliana and Sveta said the Aydar was suppose to pick Amanda up and take her to the hosptal in an hour. Me and Juliana went out with Max and Amanda stayed in the flat waiting for Aydar. We went to the Kafe and had pudding and Juliana and Max had some chocolate mousse. We talk about a lot of things including religion, country condition, job, etc.

Rara lagi nih! Saya, Juliana dan Max ngobrol sampai tidak terasa kami diusir karena kafe nya mau tutup. Jadi Max ini menurut cewek-cewek disini adalah AIESECer yang paling cute (cieleh), iya sih tapi biasa aja juga (cieleh). Tapi menurut saya si Max ini kadang-kadang aneh. Berikut adalah sepenggal dialog yang akan saya terjemahkan secara brutal ke dalam bahasa Indonesia
Max        : Jadi lo sekarang kuliah nih? Belajar apa?
Rara        : Art and design, anak tekstil gue. Lo?
Max        : Gue IT tapi udah lulus, gue kuliah di Jerman, sekarang sih masih nganggur dulu. Eh ngomong ngomong entar lo kerjaannya ngapain kalo udah lulus?
Rara        : Ya jadi desainer tekstil atau desainer fashion.
Max        : Emang nya penting tuh desainer2 gitu? It’s only clothes, c’mon. Terus apa lo bisa dibayar mahal?
Rara        : (ya penting lah, clothes kan kebutuhan primer! Terus kaya cewek-cewek gitu kan penting banget tuh punya baju bagus-bagus. Kaya selebriti gitu kan pengen baju nya bagus-bagus. Ya kalo terkenal ya bisa kaya juga.
Max        : (mendebat)
Rara        : (mendebat)
Sampai pada akhirnya dia ngambek dan ngomong : Ya ya ya, fashion sama tekstil desainer emang penting banget dah, pekerjaan paling penting sedunia, kalo programmer mah enggak ada apa-apanya, cupu kita mah.
LAHHHHHHHHHHHH NGAPA MAS??
Tapi setelah itu kita ga berantem lagi sih dan ngobrol seperti biasa dan asik lagi. Tapi emang kadang statement yang dia keluarin bikin saya mengangkat alis. Contohnya lagi pas saya cerita tentang Eldar dan Alec yang berteman gara-gara Anime, dia tiba-tiba berteriak “GAY!”. -___-
 Kami pulang jalan kaki dan sumpah dingin banget! Dingin! Dingiiiiiiiin.  Dan ketika saya sampai flat, Aydar belum juga menjemput Amanda dan Amanda kelihatan sangat upset, jadi Juliana menelpon Aydar (Aydar itu buddy nya Juliana dan merangkap pacar :p) dan mereka sempet jadi berantem gitu. Ah capek~
The Cafe (forgot the name)
Max and Juliana


Priviet!

Yak seperti yang sudah saya janjikan, saya akan menceritakan tentang roommate saya. They are 2 Brazilian girls. One of them, has a very chinese face dan saya sempet sotoy bertanya "u must be from China" and she's not.
Ketika saya datang malam itu, ada 5 orang dalam ruangan tersebut. 2 cewek brazil tadi, 2 cowok rusia dan 1 cowok dari new zealand. Ketika saya datang, 2 cewek brazil tadi (their name is juliana(the chinese one) dan amanda) bangun dan berbaik-baik hati menunjukkan dimana saya akan tidur. si cowok new zealand sedang bersiap-siap rupanya dia akan pulang ke negaranya, diantar oleh buddy nya (his name is Max)
Malam itu si cowok New Zealand dan buddy nya pergi dari flat, jadi di dalam ruangan hanya bersisa 4 orang saja. Karena kelelahan, saya langsung tidur. Paginya setelah melakukan aktivitas seperti biasa, dan saya baru tahu kalau si russian guy juga melakukan ritual berdoa 3 kali sehari, tadinya saya kira dia Muslim, tapi setelah saya intip-intip ketika dia berdoa, rupanya dia berdoa dengan semacam lilin, 3 kali sehari selama 1 jam.

Hari itu saya pergi belanja ke supermarket dengan Amanda dan Juliana sambil melihat-lihat keadaan UFA. UFA jauh berbeda dengan Moscow, disini anginnya lebih kencang dan tidak begitu banyak salju seperti di Moscow, dan yang saya tahu, salju menyerap dingin, jadi ya, suhu di UFA jauh lebih dingin daripada Moscow. Selain itu, keadaan jalan di UFA hampir sama seperti di Bandung, banyak public transportation, jalannya besar dan tidak banyak orang yang berjalan kaki. Berbeda dengan Moscow, dimana sepertinya hampir semua orang berjalan kaki (selain naik metro) dan jalanan nya tidak terlalu lebar. Saya jarang menemukan mobil berlalu lalang di Moscow.
Rencana hari itu adalah ice skating dengan AIESECers lainnya. Kami berangkat dengan cowok Russia yang numpang bersama kami di flat, sebut saja dia Mawar dan ceweknya yang kumisan (serius!). Kami naik bus 1 kali dan berjalan kaki sampai skating ring. Hari itu sangat dingin. Beneran ya, dinginnya UFA gak main-main, i couldn't  feel my nose and my fingers. At all. Kami akhirnya sampai di skating ring, dan Amanda mogok main karena udaranya terlalu dingin dan memutuskan untuk minum teh di kafe. Disana, sudah ada AIESECers lainnya yang menunggu, ada Gulnaz (VP ICX kalau ga salah), Vica, 1 orang cewek tinggi kurus dan cantik sekali bersama adiknya dan 1 cowok jerawatan yang nantinya sangat berjasa membantu saya yang jatoh-jatoh. Buddy saya, Sveta tidak bisa ikut karena sedang sakit. Oh ya, Untuk bermain dan sewa sepatu, kami harus membayar 100 rubles (sekitar 30 ribu), murah kan!
Anyway, Amanda memergoki saya sedang menulis blog ini dan memaksa untuk melanjutkan menulis, jadi paragraf ke bawah akan ditulis oleh Amanda dan didikte oleh saya:
So, because it is my first time in skating (well it’s not actually, back in elementary i played it, but now i forget how to, so i count it as a first time) I thought it was very dificult for me. I fell down several times, and me and Vica (one of the Russian Aiescers) took a break and went to see Amanda in the kafe. We drank teh and after that we went back to the skating ring. Then I noticed that there was so many people helping me out, for the skating skills. Gulnaz, Vica, and the guy whom I don`t know the name. And we took some pics and then we left. And after a while wearing skating shoes,  when i changed it into my normal boots, it was like, heaveeeeeen .“Oh my God it’s so good to be back in normal shoes”
Me, Juliana and Amanda decided to go to “Family” mall to have dinner. It was just the three of us. Amanda and I decided to eat pizza, but we didn’t know how to order so we pointed the kind we wanted. When we went to pay the lady started to talk in Russian but we did’nt have any idea of she was saying. So we used our hands to talk to her telling her that we wanted her to write down the price. The pizza is different from Indonisian, and I like here better. “Amanda: that’s because she didn’t try Brazilian pizza yet!” After that we went home and wachted a move called Green Zone. The funny thing about the movie is that when Amanda bought it we ask a few people if there was any english, because in Russian every movie is dubbed in Russia. I was so tired and I couldnt watch the end of the movie as Amanda and Juliana.
me, Juliana, Vica, Gulnaz