Unfortunately i couldnt find any internet service lately since i've moved my ass to Ufa, that's why i'm updating this blog just now. so, sorry :)
so i experienced my new year in Mosocw, it's not too different from indonesian celebration but still i will tell the story for you.
Hari itu saya bangun seperti biasa. melakukan aktifitas pagi seperti biasa, sarapan, mandi, beres-beres dsb. Sehabis waktu dzuhur, saya dan Rahmi berangkat ke Arbat untuk memebeli nomor Rusia dan menyetting blackberry service untuk saya.
Kalau di Indonesia, mungkin Arbat bisa dibilang seperti pasar baru Jakarta. Disana, terdapat salah satu kantor MTS, satu-satunya provider di Rusia yang menyediakan layanan blackberry service, since blackberry is not popular at all here.
Perjalanan ke Arbat tidak terlalu jauh, ya mungkin jauh tetapi kami tidak harus naik turun Metro seperti biasa, jadi tidak terlalu melelahkan.
Sampai disana kami langsung menyerbu kantor MTS, dan Rahmi langsung berbicara kepada salah satu pegawai nya, namanya Rustam. Harga untuk blackberry service tidak terlalu mahal, sekitar 350 ruble.
Untuk membeli simcard di Rusia, kita harus menyerahkan passport dan kartu registrasi, jadi kita tidak bisa membeli simcard di pinggir jalan secara sembarangan seperti di Indonesia. Saya membayar 500 ruble dan mendapatkan pulsa 500. Biaya 350 akan berkurang dengan sendirinya tetapi sampai malam hari pulsa saya belum berkurang.
Rupanya setelah bertukar informasi dengan anak-anak Indonesia lainnya yang menggunakan blackberry, provider di Rusia selalu terlambat dalam mengurangi pulsa kita, bahkan untuk biaya telp dan sms, tapi bisa secara tiba-tiba di akhir Bulan, pulsa kita menjadi minus. Dan itu akan ditagih oleh mereka karena mereka punya data diri kita dari passport yang kita berikan saat membeli simcard.
Selain itu biaya 350 ruble ternyata hanya untuk registrasi BIS saja, jadi MTS akan mengurangi pulsa kita setiap harinya (atau suka-suka mereka kapan) per kB yang kita pakai untuk internetan. Tetapi kita bisa menyiasatinya dengan registrasi unlimited internet service seharga 199 ruble sebulan. Jadi untuk bisa menikmati layanan blackberry secara full di Rusia, kita harus rela mengeluarkan uang sebangak 549 Ruble (164700 rupiah), yah lumayan lah, gak terlalu mahal, tapi tidak murah juga
| Simcard baru saya |
| MTS |
Jadi, setelah urusan di MTS selesai, kami pergi menuju KBRI, untuk setor muka, dan kemudian saya, Rahmi dan Hamzah pergi untuk menemani saya mengunjungi Museum Yuri Gagarin. Sayang, karena tahun baru, museum nya tutup. Mau nangis rasanya :(
| Yuri Gagarin Museum tampak luar |
| CLOSED! Nangis |
Seteah itu kami balik lagi ke KBRI, karena disana akan diadakan acara tahun baruan dan sebelumnya ada rapat PERMIRA dengan pihak KBRI). Ketika kami sampai disana, rapat sudah mulai. Saya duduk mengikuti jalannya rapat dengan anteng sementara mereka berdebat tentang asuransi kesehatan sampai masalah konversi nilai.
Rapat berlangsung kira-kira selama 2- 3 jam. Sehabis rapat, ada acara perkenalan dengan mahasiswa-mahasiwa baru dan saya juga diwajibkan mengnalkan diri. Mereka sangat welcome terhadap orang baru dan suka becanda, overall saya suka ngobrol dan bergaul dengan mereka.
Salah satu mahasiswa S3 disini, namanya pak Kusen, mendeklamasikan puisi tentang makam-makam yang digusur gedung-gedung baru. Puisi nya menurut saya bagus sekali dan menyentuh. Anak-anak disini memanggil Pak Kusen dengan sebutan Ustadz, karena dia sangat Islami sekali dan termasuk bapak-bapak yang sangat nyentrik. Di Russia dia mengambil s3 filsafat. Kira-kira ada sekitar 30 mahasiswa hadir sore itu.
| Pak Kusen baca puisi |
Sehabis perkenalan dan ngobrol-ngobrol kami pindah ke ruangan atas, disitu sudah berlangsung acara tahun baru bersama seluruh staff dan keluarga KBRI. Tipikal perjamuan makan malam ala-ala kantor. Banyak anak-anak kecil berlarian kesana kemari. Makanan Indonesia, cendol yang menurut saya bukan cendol. lagu-lagu lawas, ngeband dan karaoke, ramah tamah, dan doorprize! saya kedapatan nomor 20, nomor keberuntungan nih, dan bener saya dapat salah satu prize, walaupun cuma handuk...lumayaaan...
| Makan malam di KBRI |
| Joget joget mau tahun baruan |
| Saya, Tyo and his Russian friends. |
Setelah itu, kami menuju gerombolan anak-anak mahasiswa yang sedang bernyanyi Indonesia Raya, saya ikutan nyanyi teriak-teriak :) dan kami berfoto-foto sepanjang perjalanan pulang. Sampai KBRI, sebagian mahasiswa (yang tidak kenal capek) kemudian ajojing di ruang rekreasi KBRI. Saya? Tidurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!
| PENGSAN DI KAMAR SATPAM :) |
No comments:
Post a Comment