| Doha International Airport |
Sebelumnya saya dan keluarga sempat ketar-ketir menghadapi kepergian saya ke Moscow ini karena 15 menit sebelum berangkat ke Cengkareng, kami sekeluarga sempet-sempetnya nonton berita yang mana beritanya isinya tentang Moscow yang sedang super aneh cuacanya dan Bandara Domodedovo yang sedang lumpuh total selama 2 hari ke belakang. Tapi dengan penuh kenekatan ya saya berangkat juga, kalaupun keadaan di Moscow belum membaik, paling banter delay di Doha lah, pikir saya.
Hati saya lumayan deg-deg an saat akan melewati bagian passport control, karena sering dengar cerita tentang sulitnya petugas bandara Rusia menerima orang asing, nyatanya lancar-lancar saja tuh. :)
Satu hal yang paling membuat saya kewalahan adalah koper saya yang super berat dan harus ditarik-tarik ditambah backpack juga berat banget, exhausting banget rasanya tuh koper.
Akhirnya di pintu keluar, saya bertemu Bang Rifai, mahasiswa asal Indonesia yang sedang s2 di Moscow. Kami naik kereta selama 45 menit menuju stasiun metro. Harga tiketnya 300 Ruble, sekitar 90 ribu rupiah.
| Loket Railway Ticket |
| Suasana di dalam kereta |
Di stasiun metro, saya sempat terkagum-kagum karena stasiunnya terletak di bawah tanah, dan itu dalaaaam sekali. Di Stasiun Metro, sudah ada Asep dan Danny yang menunggu kami berdua untuk bersama-sama ke rumah Om Yogi, salah satu staff KBRI yang berbaik hati mau menampung saya. Setelah naik turun metro, sampai juga kami di daerah apartemen. Dari stasiun, kami harus jalan kaki menuju apartmen, beruntung ada Kang Asep dan Bang Fai yang bahu membahu membawa koper saya. jadi saya tinggal melenggang kangkung sambil sumpah serapah dalam hati karena udara malam itu super dingin.
| Sofa tempat saya tidur |
Well, that was very tiring, and new for me. But i kinda enjoyed it. :)
wuih interpol mau dong nonton bayarin ke sana. nonton bareng
ReplyDeletewaww... airportnyaaa bagus yaaa raaa... hahahaha... yeahh pengalaman pertama di russia yaa.. :)
ReplyDelete